http://www.blogger.com/choose-gadget?blogID=6045413722452356592&sectionId=footer-2-1

timezone004.blogspot.com

Selasa, 05 April 2011

Bodoh Bukan Berarti Gagal

Bodoh bukan berarti gagal, pintar juga tidak berarti sukses. Kebodohan dan kepintaran adalah sesuatu yang relatif. Tergantung dari sudut pandang mana kita memandangnya. Seseorang yang pintar bisa saja menjadi bodoh dalam suatu hal. Dan begitu pula seseorang yang bodaoh bisa saja menjadi pintar dalam hal yang tidak kita sangka. Seseorang tidak mungkin pintar dalam semua hal dan seseorang yang bodoh tidak mungkin juga bodoh dalam segala hal. Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan akal dan pikiran, jauh lebih tinggi derajatnya dari mahluk lain.

Kegagalan bukan akhir dari segalanya, namun kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Sebut saja Edison. Ia baru berhasil menemukan bola lampu setelah mengalami 2000 kegagalan. KEtika seorang wartawan mewawancarainya, Edison menjawab "aku tidak satu kalipun gagal, hanya saja aku perlu melewati 2000 tahap untuk menciptakannya"

Banyak cerita hidup berbagai tokoh yang pada awalnya dianggap bodoh oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak hanya dianggap bodoh, bahkan ada yang dianggap gila. Namun kebodohan dan kegilaan itu pada titik tertentu berbalik 180 derajat. Mereka menunjukkan bahwa seorang manusia tidak selamanya bodoh. Seorang manusia bisa memiliki kelebihan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Lewat hasil-hasil penemuan dan karir sepanjang hidupnya, mereka membuktikan bahwa mereka adalah seorang yang pintar. Karya-karya mereka memberikan pengaruh besar di dunia ini dan berhasil menggemparkan dunia.

Jangan sekali-kali anda menganggap seseorang itu bodoh. Bersikaplah bijaksana, atau bercerminlah pada diri anda, apa yang menjadikan anda begitu bangga sehingga anda mengatakan orang lain bodoh. Dan bagi anda yang merasa bodoh jangan merasa kecil hati. Kebodohan bukanlah sesuatu yang harus disesali dan dibiarkan. Galilah potensi dalam diri anda dan temukan kemampuan / skill anda. Jangan takut dengan kegagalan, saat anda berhasil orang akan memperhitungkan anda. Dan seperti orang jenius lainnya, anda akan menggemparkan dunia. [source: book 'the stupid mans']

Jenderal Agum Memimpin Normalisasi PSSI

VIVAnews – Komite Normalisasi yang dibentuk Federasi Sepakbola International (FIFA) mulai terbentuk dan bergerak menjalankan misinya untuk menyelesaikan kemelut PSSI yang kian kusut. Dalam email yang dikirimkan kepada VIVAnews, media officer FIFA mengkonfirmasikan telah mengangkat Agum Gumelar sebagai ketua. Dalam menjalan tugasnya, Agum yang mantan ketua umum PSSI itu akan dibantu tujuh anggota.
Mereka adalah Sukawi Sutarip (Ketua Pengurus PSSI Provinsi Jawa Tengah), Siti Nurzanah (Sekretaris Yayasan PS Arema), Hadi Rudiatmo (Ketua Umum Pengurus PSSI Cabang Solo), Joko Driyono (CEO PT Liga Indonesia), Samsul Ashar (Ketua Umum Persik Kediri), Satim Sofyan (Pengurus PSSI Provinsi Banten), dan Dityo Pramoni (Medan Bintang). FIFA, kata media officer itu, menunjuk mereka setelah berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan sepakbola di Indonesia.

Ditemui di rumahnya, kepada wartawan VIVAnews Agum sendiri mengaku kaget diberi amanat itu. Dia menyatakan siap memimpin Komite Normalisasi yang mengemban tugas mahapenting: menyelamatkan sepakbola nasional.

"Saya kaget bagaimana FIFA dapat nama saya. Saya tidak tahu bagaimana pemilihannya. Tapi kalau itu keputusan FIFA, saya mau bagaimana lagi? Saya harus melakukan tugas itu," kata Agum.

Letjen TNI (purn) Agum Gumelar bukan nama baru di dunia sepakbola dan olahraga nasional. Mantan Komandan Jenderal Kopassus dan Menko Polkam di era Gus Dur ini pernah menjabat sebagai Ketua Liga Amatir PSSI dan Ketua Liga Indonesia (1993-1995). Puncaknya, dia menjabat Ketua Umum PSSI periode 1999-2003 dan Ketua Umum KONI periode 2003-2007. Saat ini, pria kelahiran Tasikmalaya 65 tahun lalu itu juga tercatat sebagai Ketua Kehormatan PSSI.
Disambut positif
Pembentukan Komite Normalisasi disambut positif oleh berbagai kalangan.
Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng langsung menyatakan keputusan FIFA itu klop dengan kebijakan pemerintah. "Ini sejalan dengan keputusan pemerintah yang sebelumnya sudah tidak mengakui kepengurusan di bawah kepemimpinan Nurdin Halid. Dengan demikian, maka sudah klop apa yang diputuskan FIFA dan pemerintah," ujarnya.

Menteri Andi menjanjikan begitu Komite Normalisasi terbentuk “maka pemerintah bisa segera memfasilitasi, bisa memberi pelayanan, sehingga Komite Normalisasi bisa menjalankan tugasnya menyelenggarakan Kongres Pemilihan Ketum, Waketum, dan Exco PSSI lainnya."

Dia juga mengungkapkan akan segera berkomunikasi dengan FIFA untuk menanyakan informasi lain secara lebih terperinci. "Sebagaimana yang diputuskan FIFA, Komite Normalisasi diawaki insan bola Indonesia yang kredibel, terpandang, tapi nggak punya ambisi untuk mencalonkan ataupun dicalonkan dalam kepengurusan PSSI," ujar Andi.

Andi berharap di tengah proses transisi ini, semua kompetisi, apakah itu Liga Super Indonesia (LSI), Divisi Utama, Divisi 1, 2, dan 3 semua dapat terus berjalan, termasuk persiapan tim nasional.
Keputusan FIFA ini bahkan juga disambut baik oleh Nurdin Halid, ketua umum PSSI yang telah dilucuti kewenangannya baik oleh pemerintah maupun FIFA. Namun, dia menolak berkomentar tentang pengambialihan kewenangan pengurus PSSI oleh Komite Normalisasi itu.
Melalui pesan singkatnya, Nurdin malah menyatakan dia bersyukur karena FIFA tidak menjatuhkan hukuman terhadap persepakbolaan Indonesia. "Saya sangat bersyukur karena Indonesia tidak dihukum. Karena hal tersebut jauh lebih penting bagi saya," kata dia dari Makassar. "Kami akan mengambil sikap setelah kembali ke Jakarta."
Sambutan positif juga datang dari pihak Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) yang telah membentuk Komite Pemilihan. "Ini keputusan yang bagus," kata Hadiyandra, Sekretaris Komite Pemilihan versi KPPN sekaligus Sekretaris Pengurus PSSI Provinsi Jambi.

Soal legalitas lembaganya setelah Komite Normalisasi terbentuk, Hadiyandra mengatakan pihaknya sementara ini masih akan bekerja seperti biasa sampai ada keputusan lebih lanjut dari 78 anggota KPPN. "Kami menyerahkan semuanya kembali kepada 78 pemilik hak suara karena pembentukan Komite Pemilihan ini adalah hasil kolektif. Saya yakin dalam waktu dekat akan ada pertemuan untuk mengambil keputusan," ujarnya.
Jurus pamungkas
Pembentukan Komite Normalisasi adalah jurus pamungkas FIFA untuk menyelesaikan kemelut PSSI yang semakin hari semakin kusut. Lewat sidang Komite Darurat, pada 1 April lalu, FIFA akhirnya memberikan wewenang penuh kepada Komite Normalisasi untuk mengambil alih seluruh tugas Komite Eksekutif PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid. Berita selengkapnya klik di sini.

Komite ini sebenarnya mulai aktif terhitung tanggal 4 April kemarin. Tugas utamanya adalah memilih pengurus baru PSSI berlandaskan Kode Pemilihan FIFA dan Statuta PSSI, paling lambat sebelum tanggal 21 Mei 2011. Tugas berikutnya adalah untuk menempatkan Liga Primer Indonesia, atau yang disebut FIFA dengan istilah "the run-away league", di bawah kendali PSSI atau menghentikannya sesegera mungkin.
Tak kalah pentingnya, FIFA juga memberi mandat kepada Komite Normalisasi untuk menyelenggarakan aktivitas sehari-hari PSSI “dengan semangat rekonsiliasi demi kebaikan persepakbolaan Indonesia.” (kd)
• VIVAnews

Joget India Polisi ‘Gaul’ Terancam Sanksi

VIVAnews – Video berjudul ‘Polisi Gorontalo Menggila’ itu menampilkan suasana di sebuah pos jaga polisi. Keheningan pos jaga pecah saat lagu India Chaiya-chaiya yang rancak terdengar. Iramanya menggoda satu dari tiga polisi yang sedang piket.
Awalnya, salah seorang polisi -belakangan diketahui bernama Briptu Norman Kamaru- hanya manggut-manggut, sambil sesekali mulutnya komat-kamit mengikuti dendang lagu. Namun, semakin lama, gerakannya makin ‘gila’. Sambil tetap duduk, Pak Polisi itu berjoget ala bintang Bollywood, Shahrukh Khan – goyang leher, gerakan tangan, joget maju dan mundur. Mulutnya dengan fasih melafalkan lirik lagu yang nampaknya sudah ia hapal benar, penuh penghayatan. Meski hanya lipsync.
Yang menggelitik, dua rekannya yang lain nampak cuek. Salah satu rekannya sempat menoleh sebentar, tertawa, lalu memalingkan muka. Lainnya, duduk menunduk memainkan telepon genggamnya, benar-benar tak peduli. Video yang awalnya beredar melalui situs YouTube ini sontak meledak, seiring pemberitaan gencar di media.
Orang pun bertanya-tanya, siapa sosok polisi kocak yang ada dalam video yang diunggah ke internet tersebut. Belakangan diketahui, namanya Briptu Norman Kamaru, anggota Brimob Polda Gorontalo.
Meski lucu dan menghibur, aksi Norman tak dikehendaki sang atasan. Bukan soal jogetnya. Juru Bicara Polda Gorontalo AKBP Wilson Damanik mengaku, pihaknya menghargai kreativitas Norman yang menghibur rekan-rekannya, juga dirinya sendiri. “Karena dalam suasana piket, ada titik jenuh, bosan, duduk terus. Polisi kan juga  manusia,” kata dia kepada VIVAnews.com, Selasa 5 April 2011.

Briptu Norman memang diketahui hobi menyanyi. "Kalau ada acara di Polda dia sering nyanyi, lagu India juga. Kayaknya dia memang fans lagu India," kata Wilson, geli.
Namun, ada sisi negatif dari penampilan Norman yang tak bisa dibiarkan. Yakni, soal etika, “Figur anggota polisi berpakaian dinas kan harus menjaga kehormatan, apalagi dalam pelaksanaan tugas, harus berwibawa,” kata Wilson.
Cacat yang lain, penampilan Norman terlalu gaul. “Dalam gerakannya itu, saat menjulurkan lidah, ternyata ada semacam anting (tindik). Itu terkesan gaul, kurang etis,” kata dia. Dengan nada serius, Wilson mempertanyakan kenapa rekaman video itu sampai diunggah ke Youtube. Itu artinya, seluruh dunia bisa menyaksikannya.
Lalu apa sanksi yang akan dijatuhkan untuk Norman? “Kami akan memberikan teguran, seperti orang tua dan anak, agar tidak terlalu gaul seperti artis Bollywood,” kata Wilson.
Sementara, dari Jakarta, Markas Besar Kepolisian memerintahkan Polda Gorontalo untuk memeriksa Briptu Norman Kamaru. "Sudah diperintahkan diperiksa untuk diambil keterangan," kata Kepala Korps Brimob Mabes Polri, Inspektur Jenderal Syafii Aksal, Jakarta, Selasa 5 April 2011.

Syafii tidak memberikan keterangan lebih lanjut fokus pemeriksaan apa yang akan dicecar kepada anggota polisi yang berlenggak-lenggok itu.
Dimintai konfirmasi kembali soal perintah Mabes Polri, Wilson Damanik mengatakan, ada kemungkinan Norman kena sanksi.  Lalu, sanksi apa yang akan diberikan? "Itu secara berjenjang. Kami serahkan ke atasannya langsung," ujar Wilson.
Seorang anggota polisi Gorontalo, kepada VIVAnews, menceritakan, Briptu Norman berasal dari keluarga polisi. Ia bungsu dari tiga bersaudara yang semuanya laki-laki dan polisi. Bapaknya juga polisi. “Sehari-hari Norman itu biasa-biasa saja,  yang menonjol dia suka seni, terutama lagu-lagu India,” kata dia.
Bertugas bersama Norman, tambah dia, berarti harus siap-siap perut jadi kaku. “Dia suka membuat lelucon dan menghibur teman-temannya.”
Tanggapan positif
Meski tingkahnya tak berkenan di hati para atasannya, aksi joget Norman mendapat tanggapan positif dari orang-orang yang menonton video lucunya.
“Norman, anda top banget. Kalau di beri sanksi sama atasan anda, nanti penggemar Bollywod sedunia akan demo. Maju terus. Kalau mau kasih sanksi , kasih saja sama polisi yang punya rekening gendut,” kata pembaca VIVAnews, Rhani.
Pembaca lain, Amir mengatakan, meski tergolong iseng, apa yang dilakukan Norman tak memberi citra negatif ke polisi. “Dilihat dari tanggapan orang orang, tidak ada nilai negatifnya bahkan membuat orang terhibur. Bahkan sayapun tertawa terbahak,” kata dia.
Sementara, pembaca dengan ID cinta Indonesia, punya pesan untuk polisi, terutama para atasan Norman: “Buat atasannya Norman, urus saja judi togel, perampokan, pencurian, kasus korupsi, kasus rekening gendut jangan masalah kayak gini anda urus. Bukan Briptu Norman yang membuat malu instansi kepolisian.”
Lalu ada Yotut yang menulis: “Nih petinggi polisi kurang kerjaan ya. Masak aksi begini kok mau dikasih sanksi. Pikir tuh anggota emang enak jaga berjam-jam di pos. Kalian para petinggi enak ada ruangan AC, TV,DVD. lengkap hiburan. Mikir Komendan..!

Juga Rindo Ridwans: Waduh, kalo sampe yang begini dihukum nanti gak ada lagi yang menghibur kita dong. Jangan kakulah sama peraturan Pak. Masyarakat kita sudah banyak yang "gila",tapi "gila" yang satu ini benar-benar menghibur, Hidup Briptu Norman, Hidup Polisi "Gila".
Selain dari masyarakat, kreatifitas Nornam juga mendapat tanggapan positif dari anggota Komisi Kepolisian Nasional, Kompolnas, Ronny Lihawa. “Polisi juga manusia, masa nggak boleh nyanyi-nyanyi, menghilangkan kejenuhan. Bayangkan, bertugas di di pos jaga, 8 jam tidak boleh ke mana-mana, kan jenuh,” kata dia kepada VIVAnews, Selasa sore. “Daripada tidur? Apalagi dia tidak menyanyi terus 8 jam terus-menerus.”
Bagaimana dengan alasan lidah Norman ditindik? “Itu kan kita tidak tahu, kembali lagi, ada larangan nggak (bertindik), di pasal berapa?, kalau nggak boleh, baru salah,” kata Ronny.
Kalaupun Norman ditindak, Ronny berpendapat, itu bukan karena dia menyanyi. “Apakah karena dia ditindik, apakah karena video diunggah ke YouTube, polisi harus menjelaskannya ke masyarakat.” Ronny berpendapat kalaupun ada pelanggaran, Norman cukup diberi teguran.
Polisi juga diminta bersikap proporsional, jika menilai Norman salah karena menyanyi dan berjoget menggunakan seragam. “Banyak polisi menyanyi memakai seragam tugas,” kata dia. “Polisi di Thailand, mengatur lalu lintas sambil menari, bagi masyarakat, itu lebih memberikan kesan humanis, ketimbang polisi yang angker dan melakukan kekerasan – meski itu bagian dari tugas.”
Bandingkan dengan Evan Brimob
Untuk diketahui, Norman bukan satu-satunya anggota Brimob yang mendadak ngetop di dunia maya. Tenar duluan di akhir tahun 2009 adalah ‘Evan Brimob’ yang statusnya di Facebook membuat geger seantero negeri.
Status atas nama Evan Brimob di Facebook ditulis: “Polri gak butuh masyarakat.. tapi masyarakat yg butuh polri.. maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil.”
Untuk diketahui munculnya status Evan bertepatan dengan perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) versus Polri yang sering disebut Cicak lawan Buaya. Bedanya, jika Norman menuai tanggapan positif, Evan Brimob justru dikecam mayoritas Facebooker, meski ada juga yang membelanya.
Belakangan, Evan lantas meralat statusnya: "Ya saya mengaku salah. Sekarang saya ralat : polri butuh masyarakat... masyarakat butuh polri.... maju terus kepolisian Indonesia, bangkit indonesiaku, lawan para koruptor dan perusak negeri ini....."
Soal Evan Brimob, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Abdul Gofur membenarkan, bahwa ia memang benar anggota Brimob. Ia berpangkat Bripda atau Brigadir Dua di satuan Brimob Polda Sumatera Selatan. “Dia (Evan Brimob) memang anggota kami," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Abdul Gofur, Jumat 6 November 2009.”
Ia kemudian mengatakan, apa yang ditulis "Evan Brimob" dalam status jejaring Facebooknya, tidak sepenuhnya kata-kata yang ditulis Evan. Ia hanya menulis satu kalimat, selanjutnya adalah kerjaan hacker.

Evan Brimob
Laporan: Rahmat Zeena| Makassar
• VIVAnews

FOTO: Planet Merkurius dari Jarak 193 Km

VIVAnews - Pesawat Messenger milik badan antariksa NASA berhasil mengorbiti Merkurius. Setelah melakukan manuver yang rumit untuk menghindari gravitasi matahari, pesawat ruang angkasa tak berawak itu sukses masuk ke jalur orbit pada Kamis malam waktu Florida, 17 Maret lalu.

Pesawat bernama Messenger ini menempuh 4,9 miliar mil dengan waktu tempuh enam setengah tahun dari bumi. Pencapaian ini sekaligus menjadikan Merkurius sebagai planet kelima yang berhasil dijamah oleh manusia dalam tata surya kita.

Eric Finnegan, chief engineer Messenger mengatakan, Messenger mengelilingi Merkurius dengan jarak sangat dekat, sekitar 193 kilometer di atas permukaan. "Ini merupakan jarak terdekat dan paling sempurna yang bisa didapat," ujar dia seperti dikutip Associated Press.
Messenger pun mengambil foto-foto permukaan merkurius.

Merkurius sendiri memiliki orbit yang sangat elips. Rentang jaraknya ke matahari sekitar 47 juta kilometer hingga 69 juta kilometer. Merkurius mengorbiti matahari setiap 88 hari bumi. (umi)
• VIVAnews

AC Milan Impikan Boyong Ronaldo ke San Siro

"Saya ingin memiliki dia di sini." kata Berlusconi.
VIVAnews - Permainan spektakuler Cristiano Ronaldo di atas lapangan telah memikat banyak klub elite Eropa. AC Milan misalnya, melalui patronnya, Silvio Berlusconi kabarnya sangat mendambakan untuk memboyong bintang asal Portugal itu ke San Siro.

"Impian saya adalah membawa Cristiano Ronaldo ke San Siro. Saya ingin memiliki dia di sini," kata Berlusconi seperti dituturkan seorang teman dekatnya yang tidak mau disebutkan namanya kepada ItaSportPress dan La Repubblica.

Namun, kedua media itu juga menulis rasanya tidak mungkin Milan memboyong Ronaldo ke Milan. Sebab, harga Ronaldo tidak kecil.

Real Madrid pada 1 Juli 2009 telah memboyong pemain berusia 26 tahun ini dengan angka fantastis, £80 juta. Tentu saja, menurut kedua media itu adalah transfer yang tidak mungkin dilakukan oleh Rossoneri dalam waktu dekat ini.

Kepindahan Ronaldo ke Real Madrid waktu itu juga diwarnai pemecahan rekor pemain termahal yang selama ini disandang oleh Zinedine Zidane. Zizou hengkang dari Juventus ke Real Madrid, 2001 lalu dengan bayaran €76 juta.

Musim ini, Milan memang sukses mendatangkan dua pemain bintang kelas wahid, Robinho dan Zlatan Ibrahimovic. Kedua pemain itu bergabung dengan Milan pada awal musim ini.



• VIVAnews

Luis Suarez Bukan Fans Band "Depeche Mode"

Chant buat Luiz Suarez dari fans Liverpool ternyata diadopsi dari sebuah band Inggris bernama "Depeche Mode".

5 Apr 2011 06:36:00

BPL,Sunderland v Liverpool, Luis Suarez
Tak perlu waktu lama bagi Luis Suarez untuk mendapat tempat di hati the Kop -- fans Liverpool. Striker internasional Uruguay itu kini namanya selalu dinyanyikan di stadion kebanggaan mereka, Anfield, seiring dengan penampilan menawan sang penyerang sejauh ini.

Namun di balik nyanyian buat Suarez itu, tahukah Anda bahwa itu adalah lagu yang diadopsi dari band kenamaan Inggris di era 80an, "Depeche Mode". Band tersebut ketika itu melahirkan hits yang cukup populer berjudul 'I Just Can't Get Enough'.

The Kop pun selalu mengumandangkan lagu tersebut versi mereka buat Suarez. Akibatnya, sebagian pihak mengira Suarez ngefans dengan kelompok musik yang mengusung aliran alternative itu.

Ketika ditanyakan apakah Suarez adalah fans band "Depeche Mode", eks striker Ajax itu hanya tersenyum seraya menjelaskan dirinya bukan penggemar grup musik tersebut.

"Satu-satunya bagian dari lagu itu saya bisa menyadari ada nama saya," jelas Suarez singkat.

Berikut petikan nyanyian pendek yang selalu dilantangkan publik Anfield yang di-tribute-kan untuk Suarez.

"His name is Suarez, he wears the famous Red, I just can’t get enough, I just can’t get enough..”

Dalglish: Empat Besar? Lihat Saja Nanti

Manajer Liverpool itu tak ingin terlalu sesumbar dengan pencapaian timnya di akhir musim.

Oleh M Yanuar F

7 Feb 2011 11:29:00

EPL,Raul Meireles,Chelsea vs Liverpool(Getty Images)
Menyusul hasil positif dalam beberapa laga terakhir, Liverpool kini memiliki kans untuk menembus empat besar.

Kemenangan atas Chelsea 1-0 dinihari tadi membuat perolehan poin Liverpool menjadi 38 poin dan hanya berselisih enam angka dengan penghuni batas bawah zona Champions, yaitu Chelsea.

"Selisihnya sudah jauh lebih pendek dari sebelumnya. Saya tak tahu apakah zona Champions sudah ada dalam jangkauan, kami hanya akan melakoni setiap laga yang ada di depan kami dengan baik," ungkap Kenny Dalglish, manajer Liverpool.

"Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jika kami bisa terus menang, kami akan terus mengumpulkan angka sampai akhir. Dengan begitu kami akan tahu di mana posisi akhir kami."

"Kami sudah mendapatkan hadiah dari kemenangan ini dan juga tiga haris pertandingan sebelumnya, jadi di sinilah kami ada di sini saat ini," pungkasnya.