http://www.blogger.com/choose-gadget?blogID=6045413722452356592&sectionId=footer-2-1

timezone004.blogspot.com

Senin, 18 April 2011

Melawan Bajak Laut Somalia

Kapal Indonesia dan awaknya disandera perompak Somalia. Negosiasi atau aksi militer?
Tiba pukul 11 siang. Kiki merasa ada yang ganjil di rumah itu. Ibu dan sang kakak cuma sekedar menyambut  Sesudah itu mereka diam. Lalu murung. Kiki tak bertanya ada apa gerangan. Perut lapar mengajak ke dapur. Siang itu dia makan dengan lauk dua rendang.
Sesudah itu dia masuk kamar. Membaca buku, lalu shalat Dzuhur pukul 12 siang. Belum lagi membereskan mukena, ibunya masuk kamar. Berusaha tenang dia menyampaikan. “Ayahmu diculik bajak laut di Somalia.”
Reski Judiana begitu nama lengkap Kiki semula tak percaya, lalu menangis histeris. Pecahlah tangisan di keluarga ini. Kiki, sang ibu juga abangnya, Rezka Judittya yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.
Sang ayah, Slamet Jauhari, adalah nahkoda Kapal Sinar Kudus berangkat ke Belanda Februari 2011. Kapal itu mengangkut nikel milik PT Aneka Tambang senilai ratusan miliar. Melaut dari Pomala Sulawesi Tenggara, kapal itu melepas jangkar terakhir di Rotterdam. Berpuluh hari di laut lepas.
Tanggal 11 Maret sang ayah sempat memberi kabar. Sudah tiba di Kolombo. Tak ada kabar buruk. Sampai tanggal 17 Maret dua orang tak dikenal bertamu ke rumah mereka di Ciledug Tanggerang. Mereka datang pukul 10 pagi. Di rumah itu cuma ada Rezka.
Dua tamu itu rupanya utusan PT Samudera Indonesia, pemilik kapal Sinar Kudus. Mereka lah yang berkisah soal aksi bajak laut di Somalia itu. Ketika sedang berlayar di 320 mil timur laut Pulau Socotra, Rabu pagi 16 Maret 2011, serombongan orang mengurung kapal itu.
Menumpang sejumlah speed boat, jumlahnya 50 orang. Menenteng senjata dengan moncong mengarah ke Sinar Kudus. Kapal itu memperlambat laju. Sekitar 30 perompak naik geladak. Ada yang nekat masuk lewat buritan.
Lalu ke ruang kemudi. Kendali kapal jatuh ke tangan perompak. Kabar pembajakan itu diketahui Samudera Indonesia di Jakarta sebab pada Sinar Kudus itu ada alat yang jika dipencet akan mengirim sinyal darurat ke kantor pusat.
Dari tengah laut, kapal itu dibawa ke pelabuhan. Lalu membuang sauh di tepi Somalia. Diparkir bersama 30 kapal lain yang sukses dibajak. Kapal-kapal yang dibajak itu milik sejumlah negara. Dua puluh Anak Buah Kapal (ABK) Sinar Kudus itu dicekam ketakutan. Para perompak minta uang tebusan US$2,6 juta dolar. Sekitar Rp22 miliar.
Lautan Samudera dan pemerintah Indonesia  berusaha berunding dengan para perompak soal uang tebusan itu. Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa menuturkan bahwa pemerintah juga tengah mengumpulkan segenap informasi tentang kondisi, lokasi kapal dan keadaan para awak.
Keluarga di sini menunggu cemas. Tak ada berita.  Anak-istri mereka berusaha mencari kabar ke sana ke mari. Juga mengunduh semua berita dari dunia maya.
Kiki, misalnya, rajin googling mencari berita soal para lanun itu. Menembus situs-situs asing di Afrika. Dari situ dia tahu bagaimana cara kerja para bajak laut itu. Juga gaya hidup mereka. Rajin menelusuri informasi itu membuat irama hidup mahasiswi ini berubah. “Semenjak pembajakan itu, saya tidur subuh hari, padahal kuliah jam 7,” kata mahasiswi Universitas Trisakti ini. Sulit memejam mata sebab cemas dengan keadaan sang ayah.
Ditunggu berhari-hari sang ayah menelepon. Senin 21 Maret 2011. Keluarga ini girang bukan kepalang. Tetapi sang ayah cuma bicara tiga suku kata. “Papa sehat, aman.” Ketika istrinya menyahut, telepon itu putus. Gembira bercampur penasaran. Sang istri balik menelepon. Senyap.
Belakangan diketahui bahwa sang ayah memakai telepon satelit yang dipinjamkan para lanun itu. Sesudah itu tak ada kabar berita lagi. Kiki kembali tenggelam di dunia maya. Mencari berita soal kasus ini, juga soal bajak laut. Kerap kali hingga subuh.
Sampai suatu pagi dia membaca berita soal keadaan para awak kapal itu. Persediaan makan dan minum nyaris tandas. Sejumlah orang diserang diare. Obat hampir habis. 

Tak sudi berdiam diri, Kiki menulis surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surat itu diberi judul, “Pak Presiden tolong bebaskan ayah saya.” Kiki menuturkan bahwa dia sesungguhnya tak mau membuka kasus ini ke muka umum. Tapi, katanya, “Saya tak tahan melihat Ibu menangis terus.”
Surat itu dikirim ke sejumlah media massa tanggal 8 Agustus 2011. Dan semenjak itulah kasus ini riuh diberitakan di muka umum. Lalu muncul gerakan di situs jejaring soial. #FreeABKKudus di Twitter dan sejumlah gerakan lain. Pemerintah dihujat. Lamban membereskan kasus ini.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi I Bidang Luar Negeri, Effendi Choirie, menuduh  pemerintah terlalu lamban membebaskan para awak kapal itu. Negara, lanjutnya, memiliki kewajiban konstitusional melindungi warga. Dalam kasus ini, katanya, “Pemerintah lemah betul."
Sejumlah tokoh politik juga menuding pemerintah lamban. Tidak seperti sejumlah negara, seperti Malaysia dan Korea Selatan, yang sukses menyerbu para bajak laut ketika kapal mereka disandera. Kontroversi soal sikap pemerintah ini riuh dibahas.
Ramai diberitakan media massa, para bajak laut itu kian berkibar. Uang tebusan naik menjadi US$3 juta dolar. Jumlah uang tebusan itu lalu melonjak ke bilangan US$3,5 juta dolar.
Uang tebusan terus kian meroket, tapi kondisi para awak kapal terus merosot. Berhari-hari dalam situasi yang tak menentu dan tertekan, sejumlah awak kapal stres berat. Pencernaan terganggu. Adapula yang diare berat.
Kabar dari dalam kapal itu disampaikan Persatuan Pelaut Indonesia. Dalam siaran yang digelar di Jakarta, Senin 11 April 2011, Toto Sugianto, salah seorang kawan Slamet Jauhari,  menuturkan bahwa dia sempat berkomunikasi dengan Slamet. “Dia mengaku stres dan buang-buang air. Satu forment yaitu Riyadi kini dalam kondisi kritis,” kata Toto.
Slamet sempat berkomunikasi dengan Toto dan mengabarkan bahwa semua awak kapal berada di anjungan. Di situ ada 16 perompak yang bersiaga dengan senata AK-47.
Bukan Cuma Soal Nyali
Dituding lamban hadapi para lanun itu, Presiden SBY membantah keras. Selasa 12 April SBY memangil sejumlah menteri. Mengatur jalan membereskan kasus ini.
Hadir dalam rapat ini Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Panglima TNI dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Presiden mengaku sudah cepat tanggap. “Begitu mendengar pembajakan di lepas pantai Somalia itu, kami langsung bekerja,” kata Presiden Yudhoyono. Ada dua pilihan. Negosiasi atau serang. Membayar tebusan atau menghela bala tentara. Dua pilihan ini ada untung ruginya.
Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana Agus Suhartono menegaskan bahwa tentara Indonesia mampu menumpas para bajak laut ini.   “Menumpas para pembajak itu, kami bisa,” kata Agus. Militer Indonesia memiliki unit khusus yang dilatih untuk situasi darurat. Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Indonesia sudah bersiap. Tinggal menunggu perintah. “Jika diperintahkan Panglima tentu kami siap,” kata Komandan Kopassus, Mayor Jenderal Lodewijk F Paulus.
Lampu hijau untuk menyerang juga sudah dinyalakan pemerintah Somalia. Duta Besar Somalia untuk Indonesia, Mohamud Olow Barrow menegaskan bahwa perairan Somalia bebas dimasuki siapa saja yang ingin memberantas para perompak.
Ketentuan itu sesuai dengan resolusi 1916 tahun 2008 yang diterbitkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "Indonesia tidak perlu minta izin. Silahkan masuk dan bunuh saja preman-preman itu," ujar Barow
Tapi menyerang sama saja menaruh 20 awak kapal itu dalam mara bahaya. Ini jelas bukan perkara nyali belaka. Nyawa 20 awak kapal itu jauh lebih penting dari sekedar urusan nyali itu. Itu sebabnya, kata Presiden SBY, pemerintah bekerja diam-diam. Menghindari publikasi media, demi keselamatan para sandera. Jalan negosiasi terus ditempuh.
Repotnya negosiasi dengan para bajak laut itu kerap kali alot. Setidaknya ini menurut Wakil Presiden Direktur PT Samudera Indonesia, David Batubara. Dari data pembajakan sepanjang 2010, katanya, rata-rata waktu pembebasan 150 hari. “Waktu tersingkat 60 hari,” kata David. Jadi jika menempuh proses negosiasi bisa makan waktu 5 bulan.
Bahkan bisa pula lebih lama dari itu. Lihatlah kisah Aep Saepudin. Aep adalah awak kapal Taiwan, Win Far 161. Kapal itu disandera bajak laut Somalia, 6 April 2009. “Saya disandera selama 10 bulan,” kata Aep.
Bebas 22 Februari 2010, setelah pemilik kapal membayar tebusan.
Semula pembajak meminta US$9 juta dolar. Turun jadi US$3 juta. Dan pada akhirnya setuju dibayar US$700 ribu dolar. (Baca: 10 Bulan Disandera Lanun)
Bisnis Miliaran Rupiah
Perairan laut Somalia itu memang surga bagi para lanun. Di situ perompak seperti sepasukan serdadu. Memanggul senapan mesin. Membawa sekeranjang granat. Menghadang lalu membajak kapal. Sesudah itu dengan enteng meminta tebusan miliaran rupiah.
Geng bajak laut itu tumbuh subur semenjak sejumlah panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Baree tahun 1991. Sejak itu Somalia sering disebut sebagai negara gagal. Gagal dalam segala hal. Keamanan gagal, politik gagal, ekonomi gagal. Jumlah penganggur hampir sama besarnya dengan jumlah anggkatan kerja.
Perompak adalah lapangan kerja baru. Terutama bagi generasi muda. Abdulrashid Muse Mohammed, salah seorang gembong bajak laut di sana kepada Al Jazeera menegaskan, “Kami melakukan ini sebab kehidupan kami hancur, terutama sesudah pemerintah terguling.”
Kini menjadi lanun tampaknya bukan semata urusan kerja, tapi jalan pintas menuju kemewahan. Lihatlah Adani. Pemuda berusia 19 tahun ini hidup di jalanan Kota Bossaso.Seperti anak muda lain di negeri itu, Adani hidup dari kekerasan di jalanan.
Tapi semua berubah sesudah dia menjadi perompak. Dalam usia yang terbilang belia, Adani bergelimang harta. Uang miliaran, rumah megah dengan mobil mewah di garasi, plus wanita cantik yang siap diranjang. Dan dengar apa katanya, “Kau akan dihormati kalau punya uang.”
Para lanun bukan cuma menyulap hidup sendiri, tapi juga kota-kota kecil di pesisir Somalia. Dari ringkih menjadi gemerlap. Dari gelap menjadi terang. Jalan berbatu menjadi licin. Kesenjangan ekonomi di negeri ini mengangga lebar, antara mereka yang berhati baik dengan bajak laut yang bernyali  merompak.
Lihatlah kota Harardhere. Berpenduduk 6000 orang, ini ibukota bajak laut. Simbol kesuksesan sekaligus kegilaan para lanun. Harardhere adalah kota uang, seks, orgy dan nyawa dibandrol dengan harga murah. Desing peluru sering saban malam.
Meski usia terbilang muda, bajak laut umumnya memiliki tiga istri. Dan menikahi bajak laut adalah mimpi wanita kota itu.  Para perompak berusia belia itu juga sudah terbiasa bernegosiasi dengan perusahaan raksasa, bahkan dengan negara adikuasa seperti Amerika Serikat.
Mereka dengan gampang menaikkan uang tebusan, menurunkan lagi ketika tersudut atau proses negosiasi berjalan lamban. Itulah yang terjadi dengan kasus Aep. Semula minta US$9 juta dolar. Sepuluh bulan kemudian harga itu turun ke US$700 ribu dolar.
Para pembajak Sinar Kudus semula meminta US$2,6 juta, naik menjadi US$3,5 juta. Dan kemudian mereka bersedia menerima US$3juta dolar. Jumlah yang terakhir itu disanggupi Samudera Indonesia.
Kabar itu sungguh menyenangkan Kiki dan keluarganya di Ciledug. “Tentu itu berita gembira bagi kami,” kata Kiki.  Jika itu benar, lanjutnya, janji ayah untuk berkumpul bersama keluarga Mei nanti akan dilunasi. (wm)

Sepak Terjang dan Profil Bomber Cirebon

Sering terlibat aksi kriminal. Pernah membunuh tentara. Menuduh ayahnya sendiri, kafir

VIVAnews - Muchamad Syarif. Itulah nama pelaku bom bunuh diri di Cirebon Jumat pekan lalu, 15 April 2011. Sebagaimana luas diberitakan, bom bunuh diri itu meledak saat salat Jumat di Masjid Az Dzikra, yang berdiri di kompleks Mapolresta Cirebon. Si bomber ini mati. Perutnya remuk. Sejumlah polisi luka parah. Juga si Kapolres.
Menemukan identitas si Syarif ini memang agak susah. Sebab dia orang baru dalam jaringan terorisme. Nama, profil dan riwayat sepak terjangnya belum ada dalam databased kepolisian. Walhasil polisi harus menempuh prosedur berliku guna mengungkap identitasnya.
Polisi, misalnya, lebih mudah mengungkap Dulmatin yang tewas dipelor Detasemen Khusus (Densus) 88 di Pamulang, Tanggerang, 9 Maret 2010. Sebab segala informasi soal Dulmatin sudah ada di data based polisi. Mabes Polri bahkan sudah menyimpan data fisik - yang menjadi ciri khas Dulmatin- berdasarkan keterangan keluarga. Data DNA bahkan sudah ada pula.
Nah, Syarif itu masih gelap. Proses identifikasi benar-benar dirunut dari lapangan. Beruntung jasad tidak remuk redam. Desain grafis yang tidak tamat kuliah, yang disewa polisi mengambar wajah yang agak hancur itu, memang dengan mudah mengambar wajah itu.
Tapi siapa dia? Ketika gambar wajah itu ditayangkan ditelevisi dan disebar polisi, sesungguhnya keluarga sudah menduga bahwa sang pelaku adalah Syarif. Ketika polisi datang ke rumah orang tuanya di Jalan Astanagarip Utara di Cirebon, kakaknya yang bernama Elang Rasyid, membenarkan bahwa wajah di foto itu memang mirip adiknya.
"Kalau foto yang dibawa petugas Reserse sih hampir mirip," kata Elang saat ditemui di rumah orang tua Syarif, alan Astanagarip Utara, RT 3, RW 6 no 55, Pekalipan, Cirebon, Jawa Barat.
Meski keluarga menegaskan bahwa kemungkinan besar itu adalah Syarif, polisi tetap melewati sejumlah prosedur yang standar dalam proses identifikasi. Prosedur standar itu adalah tolak ukur primer dalam proses identifikasi.

Tiga tolak ukur primer itu yakni, analisa sidik jari, data gigi, dan hasil tes DNA. Nah, dari perbandingan antara sidik jari jenazah Mr X dengan data dalam Surat Izin Mengemudi (SIM) atas nama M Syarif, ditemukan kecocokan lebih dari 12 titik sidik jari. Batas minimal kecocokkan itu sendiri adalah 12 titik.
Kedua, untuk identifikasi data gigi, keluarga Syarif mengakui ada ciri khusus pada gigi seri putranya itu. Hasilnya pun cocok dengan ciri fisik jasad pelaku bom bunuh diri. "Ketiga melalui DNA. Kami bisa buktikan bahwa Mr X itu adalah anak dari ibu Srimulat dan bapak Abdul Ghofur," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri (Pusdokkes), Brigjen Polisi Musaddeq Ishak, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 18 April 2011.
Dengan demikian, "Sudah seratus persen identik," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar. Polisi kini terus menelusuri jaringan dan otak pelaku dibalik aksi jahat Syarif ini.
Pria berusia 32 tahun ini disebut pemain baru dalam jaringan teroris. Nama Syarif ini tidak pernah ada dalam jaringan teroris yang selama ini diidentifikasi polisi. Polisi  tidak memiliki data awal tentang suami dari Sri Maleha ini, wanita lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sunan Gunung Djati Cirebon itu.
Sering Bikin Kisruh
Sepi di jaringan terorisme, rekam jejak Syarif banyak ditemukan di dunia kriminal. Syarif bahkan sudah lama menjadi buronan polisi. Sebab dia melakukan perusakan di sebuah Alfamart di Cirebon. Kasus ini ditangani Polres Cirebon Kota. Tersangka 11 orang.
Dari jumlah itu enam orang sudah diproses hukum. Bahkan sudah ada dari enam tersangka itu yang keluar dari penjara. Sedangkan lima orang lainnya buron, termasuk M Syarif.
Apakah kasus Alfamart ini termasuk kasus perampokan dan terkait dengan aksi jaringan teroris? "Ini bukan perampokan, tapi perusakan," kata Wakil Kepala Bareskrim Polri, Inspektur Jenderal Polisi Mathius Salempang di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 18 April 2011. "Waktu itu  kelompok Syarif itu melakukan razia minuman keras," kata Mathius.

Tidak hanya kasus perusakan Alfamart, nama M Syarif juga terseret kasus pembunuhan anggota TNI di Cirebon. Syarif menjadi target buruan polisi karena diduga sebagai pelaku pembunuhan anggota Kodim Cirebon pada Minggu, 3 April 2011. Tapi betulkah dia terlibat membunuh anggota TNI itu? "Kira-kira begitu," kata Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Suparni Parto, saat mendampingi Menkes, Endang Rahayu di RS Pelabuhan Cirebon, Minggu 17 April 2011.
Dari lokasi pembunuhan anggota TNI itu, polisi menemukan Surat Izin Mengemudi (SIM) atas nama M Syarif. "Saya menduga itu ada keterkaitan yang kuat. Tapi hal-hal lain terkait perilaku, informasi dapat mengarah ke dugaan yang lebih serius," jelas Kapolda.

Syarif diketahui sering ikut berbagai aksi yang digelar sebuah organisasi massa di Cirebon. Syarif juga diketahui terlibat dalam aksi penyerangan yang berlatar agama. "Insiden seperti yang kita lihat di televisi, ada beberapa informasi pada saat penyerangan Ahmadiah dia ikut," kata Mathius yang juga mantan Kapolda Kalimantan Timur ini.
Sebagaimana terlihat dalam tayangan video di sejumlah televisi, Syarif mengikuti aksi penyerangan Ahmadiyah di Manis Lor, Kuningan pada 29 Juli 2010. Dalam video itu, Syarif secara agresif menyerang barisan Brimob. Pada saat terjadi perang batu, Syarif berada di barisan paling depan. Namun, waktu itu dia menutup indentitasnya.
Polisi masih mendalami keterlibatan Syarif dengan jaringan teroris tertentu. "Teman-teman Densus di lapangan sedang bekerja keras mengungkap ini kelompok siapa," kata Mathius.

Turunan Keraton

Muchamad Syarif beralamat di Astanagarib Utara Rt 03/06 Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Cirebon. Anak keempat dari delapan bersaudara ini memiliki darah ningrat dari ibunya, Srimulat. Sedangkan Abdul Gafur, bapaknya, dari kalangan ningrat. Darah biru mengalir ke dalam tubuh Syarif. "Syarif keturunan Keraton Kanoman. Orang tua Srimulat adalah Elang Padang dan Ratu Mendung. Keduanya sudah meninggal.
Sementara itu, kakak ibunya bernama Elang Rasyid," ujar salah satu kerabat Syarif, Djaemah saat ditemui di kediamannya di Cirebon, Sabtu, 16 April 2011. Elang merupakan sebutan bagi anak raja di Cirebon, atau pangeran.
Di Cirebon sendiri ada tiga keraton yakni Keraton Kasepuhan, Kacerbonan, dan Kanoman. Syarif merupakan turunan Keraton Kanoman, sesuai namanya ini adalah keraton termuda.

Menurut Djaemah, Syarif tidak dikenal dekat oleh warga setempat. Warga menganggap Syarif jarang bergaul. Syarif  tercatat lulusan sebuah SMA, namun warga tak tahu di mana dia bersekolah. Srimulat sendiri sehari-hari dikenal warga sebagai pedagang kue di Pasar Kanoman Cirebon.
Sementara itu, ayah Syarif, Abdul Ghofur kini menetap di Jakarta setelah bercerai sejak 15 tahun dengan ibunya. Warisan darah biru ini juga dibenarkan ayah Syarif, Abdul Ghofur. "Iya, saya sendiri turunan ke delapan. Saya turunan langsung," kata Ghofur saat ditelepon VIVAnews.com, Senin 18 April 2011.

Sejak gambar foto pelaku bom bunuh diri dirilis, pria berusia 66 tahun ini yakin foto itu anaknya. Salah satu cirinya, ada jempol luka bekas kegencet saat ganti ban. Selain itu, tanda lainnya, kata dia, adalah gigi patah. "Gigi dia patah saat SD berenang dan jatuh dari perosotan," kata Ghofur.
Syarif sudah keluar dari rumah sejak 2002. Saat itu, dia bergabung dengan kawannya anggota Brimob untuk membuka digital foto di Jalan Siliwangi, Cirebon. Anaknya menggeluti usaha ini sampai 2006. Setelah itu, dia bekerja di toko komputer. "Sebelum Syarif ketemu jaringan keras-keras ini, sudah ngomong keras. Kalau dinasehati keluarga juga melawan."
Syarif pernah meminta disekolahkan di pesantren selepas lulus SMA, tahun 1997. "Pesantrennya di Kediri. Saya kasih uang untuk dana satu tahun, tapi 4-5 bulan dia sudah pulang karena dia mengaku uangnya dicuri," kata Ghofur.

Syarif menurutnya adalah anak yang baik tapi belakangan tabiatnya berubah keras. Dan Abdul Ghofur menduga perubahan itu terjadi setelah dia bertemu dengan sekelompok orang dari aliran keras mulai 2009.
Syarif mulai memakai pakaian jubah. Perubahan yang paling kentara, bisa diamati dari omongannya. "Saya nasehati malah saya dibilang kafir,  "Bapak kafir", " kata dia. Syarif juga kerap balas menasehati. Kata dia, "Orang tua mau masuk surga nggak". Serasa surga ada di tangan dia. Syarif juga berpendapat, KUHP adalah hukumnya orang kafir, peninggalan Belanda.
Pada Juli 2010, saat Syarif nikah, datanglah serombongan tamu memakai jubah. "Itu mungkin alirannya, pas ada kyai baca doa nikah, teman-temannya tidak mengucapkan 'amin'. Mungkin bukan alirannya kali," kata dia. Setelah akad nikah, rombongan berjubah itu langsung pergi ke Ciamis. "Katanya mau menghadiri tabligh akbar Abu Bakar Baasyir."
Semenjak saat itulah Abdul Ghofur tidak pernah bertemu Syarif lagi. Sang ayah ini kemudian bertemu  lagi dengan anaknya itu, sesudah dia menjadi mayat, Jumat pekan lalu itu.
• VIVAnews

PPATK Audit 30 Rekening Malinda

Ada 36 laporan transaksi keuangan mencurigakan dari 10 bank dan dua perusahaan asuransi.
VIVAnews - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mulai melakukan audit khusus terhadap rekening-rekening milik Inong Malinda atau Malinda Dee. Audit juga dilakukan terhadap rekening nasabah yang menjadi korban dugaan penggelapan dana yang dilakukan mantan relationship manager Citibank itu.

Malinda memiliki 30 rekening yang tersimpan pada 10 bank dan dua perusahaan asuransi. Dari 10 bank tersebut, dua di antaranya adalah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Dua bank BUMN tersebut merupakan bank-bank besar," kata Direktur Pengawasan dan Kepatuhan PPATK, Subintoro, ketika berbincang dengan VIVAnews.com di Jakarta, Senin sore 18 April 2011.

Menurut dia, selain dua bank BUMN, audit khusus juga dilakukan terhadap delapan bank lainnya yang merupakan bank swasta besar. "Tapi, kami tidak perlu mengumumkannya, siapa saja bank swasta itu," tuturnya.

Subintoro menjelaskan, audit akan dilaksanakan selama tujuh hari dan bisa diperpanjang bila diperlukan. Audit terhadap rekening Malinda itu resmi dilakukan mulai kemarin. Untuk keperluan tersebut, PPATK menerjunkan enam auditor senior yang sudah berpengalaman.

Audit khusus atas sejumlah rekening Malinda itu, dia menambahkan, dimaksudkan untuk mengetahui aliran dana, tingkat kepatuhan hingga mendapatkan profil nasabah.

PPATK akan menelusuri ke mana saja aliran dana Malinda maupun para korban. Audit juga dimaksudkan untuk mendapatkan profil para nasabah, di antaranya nasabah high risk, medium risk, dan low risk.

Menurut Subintoro, nasabah high risk adalah yang masuk politically exposed person, seperti pejabat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau seorang pengambil keputusan di sebuah organisasi.

Sementara itu, untuk nasabah kategori medium risk dan low risk adalah yang pengaruhnya di bawah level itu.

Namun, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku belum mengetahui adanya rekening-rekening milik Malinda di dua bank BUMN itu. "Belum ada laporan mengenai hal itu," kata Mustafa di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Bahkan, dua bank BUMN, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebelumnya juga menyatakan belum mendengar informasi adanya aliran dana Malinda itu. Sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berjanji akan melakukan pengecekan apakah Malinda memiliki rekening di Bank Mandiri.

Tak Perlu Izin BI
Subintoro menambahkan, untuk keperluan audit, PPATK dapat memblokir atau menunda seluruh transaksi dalam rekening itu, kapan pun, tanpa perlu meminta persetujuan Bank Indonesia (BI) terlebih dulu. Ketentuan itu telah diatur pada Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Penundaan dan pemblokiran transaksi dapat dilakukan PPATK, penegak hukum, maupun bank, setelah merujuk pada pasal 26, 65, dan 71 undang-undang tersebut.

Pada pasal 26 dan 65, PPATK dan bank dapat menunda kegiatan transaksi apabila terdapat tindak pidana, penampungan hasil kejahatan, dan dokumen palsu pada rekening tersebut. "Pada pasal 71 diatur bahwa penegak hukum dapat memblokir rekening di bank-bank tersebut apabila ditemukan penyelewengan setelah dilakukan audit khusus," ujar Subintoro.

Menurut Kepala PPATK, Yunus Husein, terdapat 36 laporan transaksi keuangan mencurigakan dari 10 bank dan dua perusahaan asuransi itu. Nilai transaksi mencurigakan tersebut sulit dipastikan karena terjadi beberapa tahun lalu. "Transaksi terendah Rp70 juta dan tertinggi Rp7 miliar," kata Yunus.
PPATK juga memperkirakan lebih dari 50 orang menjadi korban penggelapan dana tersebut.

Yunus menambahkan, dalam penelusuran PPATK, ada mantan pejabat negara yang terkait kasus dugaan penggelapan dana nasabah Citibank oleh Malinda itu. Tidak hanya mantan pejabat negara, PPATK juga menemukan ada mantan petinggi TNI.

"Ada beberapa mantan pejabat dan mantan petinggi TNI," kata Yunus.

Meski demikian, PPATK menegaskan belum melihat adanya keterkaitan antara kasus Malinda dengan mantan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Marsekal Madya TNI Rio Mendung Thalieb.

Yunus enggan menyebut siapa nama mantan pejabat dan petinggi TNI itu. Anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum itu hanya mengatakan PPATK sudah berkoordinasi dan melaporkan temuan tersebut kepada Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri.

Dia juga tidak bersedia 'membocorkan' institusi tempat mantan petinggi TNI itu kini mengabdi. "Kami belum bisa sebutkan," kata dia.

Sebelumnya, Yunus mengatakan tindakan Malinda Dee itu sudah menyalahi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Selain memiliki 30 rekening yang tersebar di 10 bank dan dua perusahaan asuransi, Malinda Dee juga memiliki empat identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Tersangka kasus dugaan penggelapan dan pencucian uang itu diduga mengambil dan mentransfer uang nasabah ke beberapa rekening. Transaksi perbankan yang diduga dilakukan oleh Malinda terbongkar setelah ada laporan korban dari nasabah kepada Citibank. Setelahnya itu, pihak Citibank melaporkan hal itu ke kepolisian.

Ada tiga nasabah korban Malinda yang berasal dari perusahaan besar melaporkan uangnya hilang. Jumlahnya sekitar Rp16 miliar.

Malinda sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penggelapan dan pencucian uang tersebut. Saat ini, dirinya ditahan di rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.
• VIVAnews

Jumat, 15 April 2011

Arsene Wenger: Gim Versus Liverpool Bakal Menarik

Wenger tak menganggap pertandingan ini sebagai sebuah partai hidup-mati bagi Arsenal.


EPL - Blackpool vs Arsenal, Arsene Wenger
Arsene Wenger meyakini laga antara tim asuhannya, Arsenal, dan Liverpool bakal berjalan menarik karena kedua tim diyakininya akan menyuguhkan permainan menyerang di Stadion Emirates, Minggu (17/4).
“Liverpool punya kekuatan ofensif bersama [Andy] Carroll dan [Luiz] Suarez. Kami sendiri juga tim yang ofensif. Hal ini menjanjikan pertandingan menarik,” kata manajer The Gunners itu kepada Tribalfootball.
Arsenal, yang saat ini mendiami peringkat dua klasemen dengan tertinggal tujuh poin dari Manchester United, punya kans merapatkan jarak angka dengan United jika sanggup menumbangkan The Reds.
Sebaliknya, jika kalah, kans Arsenal untuk merebut trofi Liga Primer akan kian menipis. Apalagi, setelah menjalani duel dengan Liverpool, musim ini tinggal menyisakan enam partai saja. Meski begitu, Wenger tak menganggap pertandingan ini sebagai sebuah laga hidup-mati bagi pasukannya.
“Kami tak menerapkan pendekatan terhadap sebuah gim dengan mental seperti itu, kami hanya menganggap ini sebagai kesempatan yang ingin kami ambil,” jelas The Professor.
“Ini salah satu pertandingan yang bisa membuat kami mendekati target, jadi kami ingin menatapnya dengan cara yang positif.”

Liverpool Incar Striker Ipswich, Connor Wickham

Connor Wickham,Ipswich Town(Getty Images)
Liverpool dikabarkan terus menunjukkan minat mereka kepada striker Ipswich Town, Connor Wickham.

Pemain berusia 18 tahun tersebut menampilkan permainan yang menawan musim ini bersama Ipswich musim ini, dan Liverpool telah mengutus Damien Comolli untuk memantau striker timnas Inggris U-21 tersebut.

Pemilik Liverpool, John Henry, menyadari bahwa dirinya harus membeli pemain untuk memperkuat skuad The Reds agar dapat bersaing dalam perburuan gelar juara musim depan.

Connor Wickham yang kemungkinan akan dilepas dengan banderol £15 juta tersebut dinilai dapat menjadi pelapis Andy Carroll dan Luis Suarez dan diharapkan Connor dapat berkembang dengan adanya pemain-pemain bintang disekitarnya.

Kenny Dalglish Siapkan Rencana Transfer

Selain mengincar seorang bintang, Kenny Dalglish diminta jangan melupakan pemain muda Liverpool.

Kenny Dalglish - Liverpool (Getty Images)
Manajer Liverpool Kenny Dalglish menyiapkan satu pemain bernama besar sebagai incaran transfer seiring kabar kucuran dana yang akan diguyur Fenway Sports Group di akhir musim nanti.

Liverpool diminta pendukung sendiri untuk memperdalam skuad mereka yang sudah ada saat ini. Dalglish sudah mengeluarkan dana hampir £60 juta untuk memboyong Luis Suarez dan Andy Carroll pada bursa transfer musim dingin lalu. Satu nama besar lain disiapkan untuk direkrut Liverpool, tetapi perkembangan pemain muda juga tidak bisa diabaikan.

Menurut Martin Skrtel, kepercayaan terhadap pemain muda tetap harus diberikan meski klub mengusung misi menembus empat besar klasemen.

"Pemain muda dari akademi sudah mendapat kesempatan tampil di tim inti, seperti Martin Kelly, Jay Spearing, John Flanagan, dan Peter Gulacsi. Mereka masih muda tetapi sudah menjadi bagian dari tim inti," tukasnya seperti dilansir Sport.

"Mereka adalah masa depan Liverpool dan ini sudah di jalur yang tepat. Para pemain ini akan menjadi bagian besar dari masa depan klub."

Skrtel memuji penampilan Flanagan yang memulai debut ketika menghadapi Manchester City awal pekan ini.

"Dia tampil hebat. Meski baru 18 tahun, dia terlihat seperti pemain berpengalaman di atas lapangan. Dia menunjukkan permainan terbaik dan dia bisa menjadi pemain yang sangat bagus," pungkasnya.

Roy Hodgson Semangati Fernando Torres

Mantan manajer Liverpool itu yakin mantan pemainnya yang kini merumput di Chelsea ini bisa kembali on fire

EPL,Fernando Torres,Chelsea vs Wigan Athletic
Periode buruk Fernando Torres di Chelsea ikut mendapat simpati dari Roy Hodgson. Meski begitu, mantan manajer Torres di Liverpool itu yakin striker Spanyol itu bisa kembali menggila di depan gawang.

Torres memang sedang dalam ujian berat sejak pindah ke Stamford Bridge. Dalam 11 laga membela Chelsea, tak sekali pun gol mau pun assists dicetaknya. Kritik pedas pun menerpanya dari berbagai sisi, yang membuat Torres semakin tertekan.

Menurut Hodgson, situasi yang dialami Torres saat ini sangat tidak membantu untuk bisa membuatnya kembali percaya diri dan kembali bermain bagus.

"Torres sudah bekerja keras, seperti yang dilakukannya untuk Liverpool, dan semuanya tidak berjalan dengan baik," ungkap manajer West Bromwich Albion itu.

"Tapi semuanya akan kembali seperti semula karena dia adalah pemain yang sangat bagus dan dia juga orang yang baik."

Hodgson mengungkapkan keyakinannya cepat atau lambat Chelsea akan merasa beruntung bisa memiliki Torres. Namun Hodgson tak berharap Torres bisa mencetak gol pekan ini.

"Karena itunya gawang tim saya yang akan dijebolnya. Tapi saya tak akan mempermasalahkannya jika dia bisa mencetak satu gol ke gawang tim saya, selama kami bisa mencetak dua gol balasan," papar Hodgson.

Chelsea dijadwalkan meladeni West Brom akhir pekan ini dalam lanjutan Liga Primer Inggris.